Sebelum 27!
10 tahun lalu
Di atas jembatan penyebrangan, tempat orang berlalu-lalang
Ada seorang manusia diam terpaku
Di dalam kepalanya berisi dua suara beradu
Satu sisi memintanya untuk bertahan, sisi yang lain memintanya untuk menyerah
Sisi mana yang ia pilih?
Tentu sisi yang membuatnya bisa menulis ini di malam ini, sebelum 27!
Halo!
Setahun berlalu. Datang lagi diri ini untuk mengisahkan apa yang sudah ku lalui setahun kemarin. Berat? Oh sudah pasti. Bukankah memang demikian bila menjalani hidup. Apakah akan menjadi mudah bila sudah mati? Ntahlah. Satu-satunya hal yang menurut ku mudah adalah ketika akhirnya aku bisa menjauhi segala bising yang bikin pusing. Aku menghadiahkan diri ku sendiri ruang tenang, ruang sendiri, ruang bahagia, untuk 27 ku.
2020 sungguhlah tahun yang berisi hal-hal tanpa perencanaan. Ku kisahkan dalam tulisan ini agar kelak ketika ku baca kembali, aku ingat. Seberapa tangguh telah ku jalani hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan di 2020. Sejak awal tahun, tak seberapa sulitnya sebab di sana masih sedikit ku ingat beberapa bulan bahagia ku lalui bersama seseorang lelaki yang pada akhirnya membuat ku merasa disayang dan dicinta, sebegitunya. Terima kasih ya. Meski mungkin kamu tak lama menghabiskan hari-hari dengan ku, tapi kenangan yang telah kamu goreskan dalam ingatanku cukup untuk ku sebut sebagai kenangan indah.
Ya Rabb, lagi dan lagi tak kan pernah berhenti ku mengucap syukur atas segala yang telah Kau beri. Kau tau bahwa pada dasarnya aku tak seberapa kuat, karena sering kali aku datang menghadap-Mu dengan air mata yang berlinang dan isak tangis yang tertahan. Tapi kemudian di malam ini, malam sebelum usia ku bertambah, Kau berikan ku tempat di mana aku bisa lagi menangis tanpa takut ditanya "kenapa". Kau berikan aku tempat untuk tertawa tanpa ada lagi orang yang sangat ingin tahu dan menodong ku dengan kata tanya "kenapa". Kau berikan aku tempat di mana kini aku bisa berdua dengan-Mu, bebas bercerita dan melafalkan semua yang ku mau dengan bibirku yang berucap dan didengar oleh telinga. Semoga tempat ini akan banyak mendatangkan kebahagiaan.
Ya Rabb aku tahu ku tak lagi muda. Begitupun kedua orang tua. Mungkin dilihat orang aku belum punya apa-apa, aku belum bersama siapa-siapa, tapi mereka salah. Mempunyai Engkau dan bersama Engkau di setiap waktu yang ku punya adalah hal paling menenangkan dalam tiap oksigen yang masih ku nikmati tanpa perlu ku bayar. Jujur, aku pun tak punya perencanaan matang akan apa yang akan ku jalani di hidup ku di esok dan esok lagi harinya. Yang ku tahu, aku akan menjadi yang terbaik dari yang ku bisa untuk menjalani hari ini.
Terima kasih ya Allah, atas air mata ku yang tak pernah mengering. Karena semua emosiku banyak tercurah dari sana. Terima kasih ya Allah atas segala hal baik, hal buruk, hal menyenangkan, hal menyedihkan hal-hal yang masih lekat diingatan, hal-hal yang sulit dilupakan, hal-hal yang mendewasakan ku dan menjadikan aku kuat hingga aku bisa bertahan.
Keputusan yang ku ambil 10 tahun silam untuk mejadikan diri ku tetap hidup meski ku tahu tak kan mudah tapi satu yang ku percaya bahwa aku tak boleh menyelesaikannya dengan segera.
Karena semua akan selesai berdasarkan kehendak-Mu, bukan ingin ku.
Maka jadikanlah aku kuat
Jadikanlah aku berguna, setidaknya untuk diri ku sendiri dulu
Jadikanlah aku kokoh, meski angin kencang, badai datang, aku bisa berpeluk pada bayanganku
Bebaskanlah aku, untuk mengutamakan kebahagiaanku lebih dulu sebelum orang-orang di sisi ku
Jadikanlah aku, sebaik-baiknya diri ku, yang tak pernah menyakiti siapapun, sekalipun aku ingin
Terima kasih, Raras. Untuk tetap hidup dan bertahan.
Kita kembali bergandengtangan untuk sambut 27 esok hari!
Selamat ulang tahun, aku akan selalu mencintai diriku sendiri.
Komentar
Posting Komentar