Lelaki Lain
Walau telinga mu tak pernah mendengar kata sayang dari mulut ini, tapi percayalah air mata ini tak pernah sungkan untuk jatuh di tiap tengkar yang kamu lakukan dengannya.
Memutuskan untuk pergi jauh. Meninggalkan segala kehidupan di tempat di mana saya merasa nyaman. Hanya dengan satu tujuan, agar kamu dan dia dapat hidup secara berdampingan tanpa lagi harus kamu rasakan kekurangan kasih sayang. Saya tahu, bahwa hidup saya di mata mu jauh lebih baik dari yang kamu miliki. Tapi percayalah, jangan hanya melihat dari mata yang jarang kamu kedipkan, lihat juga dari mata di dalam hati yang tak pernah kamu buka.
Saya beranikan diri, dengan maksud agar kamu mendapatkan kasih sayang seutuhnya, saya tinggal jauh dipenuhi keyakinan untuk tak sering-sering pulang. Saya bayangkan, di sana, di kota tempat saya tinggal, kamu sedang bermesraan dalam tawa dengan dia. Saya ingin, kamu disayangi, kamu diperhatikan, kamu dipedulikan sama banyaknya dengan apa yang dia lakukan kepada saya. Tapi ternyata tidak, setelah saya pulang, lagi dan lagi hanya tengkar yang saya temui di antara kehadiran mu dengannya.
Mengapa? Mengapa kalian tak bisa untuk tak saling membentak satu dengan yang lainnya? Mengapa? Mengapa kalian tak bisa untuk berbaik dalam kata maupun sikap satu dengan yang lainnya? Apakah ini berarti kepergian saya tak ada gunanya? Belum jugakah kamu merasakan kasih sayang seperti yang saya dapatkan?
Kamu lelaki, yang dengan mu saya selalu merasa bingung bagaimana untuk berkata-kata. Saya tak tahu harus bagaimana dan memulai darimana. Saya menyayangi mu, sungguh, dari ketika saya tahu kamu ada di dalam perut seorang wanita yang menjadi cinta pertama saya. Saya menginginkan mu untuk hadir di dunia sebagai teman bermain saya, dulu, hingga mungkin nanti saya menjadi seorang ibu. Saya bahagia kamu ada, dengan begitu saya tahu, saya tak sendiri di dunia.
Kita sama-sama terluka, kita sama-sama merasakan kehilangan. Meskipun waktu itu kamu belum paham, kamu belum mengerti mengapa wanita itu ditimbun dalam tanah, harusnya sekarang kamu sadar bahwa waktu menuntut mu untuk jauh lebih kuat dan dewasa. Kamu lelaki, maka bersikaplah seperti lelaki, bukan lagi anak-anak.
Beratnya kamu menjalani hidup, sulitnya kamu melewati waktu tanpa kehadiran wanita itu, bersabarlah. Doakan aku untuk bisa jauh lebih baik dari ini. Maka ku doakan kamu pula untuk jauh lebih baik dari kamu yang sekarang.
Bila kamu merasa masa remajamu tak indah, maka kamu hanya perlu untuk terus berjuang. Agar dewasa mu penuh dengan kebahagiaan.
-perempuan yang bersedih atas hidup mu sekarang.
Memutuskan untuk pergi jauh. Meninggalkan segala kehidupan di tempat di mana saya merasa nyaman. Hanya dengan satu tujuan, agar kamu dan dia dapat hidup secara berdampingan tanpa lagi harus kamu rasakan kekurangan kasih sayang. Saya tahu, bahwa hidup saya di mata mu jauh lebih baik dari yang kamu miliki. Tapi percayalah, jangan hanya melihat dari mata yang jarang kamu kedipkan, lihat juga dari mata di dalam hati yang tak pernah kamu buka.
Saya beranikan diri, dengan maksud agar kamu mendapatkan kasih sayang seutuhnya, saya tinggal jauh dipenuhi keyakinan untuk tak sering-sering pulang. Saya bayangkan, di sana, di kota tempat saya tinggal, kamu sedang bermesraan dalam tawa dengan dia. Saya ingin, kamu disayangi, kamu diperhatikan, kamu dipedulikan sama banyaknya dengan apa yang dia lakukan kepada saya. Tapi ternyata tidak, setelah saya pulang, lagi dan lagi hanya tengkar yang saya temui di antara kehadiran mu dengannya.
Mengapa? Mengapa kalian tak bisa untuk tak saling membentak satu dengan yang lainnya? Mengapa? Mengapa kalian tak bisa untuk berbaik dalam kata maupun sikap satu dengan yang lainnya? Apakah ini berarti kepergian saya tak ada gunanya? Belum jugakah kamu merasakan kasih sayang seperti yang saya dapatkan?
Kamu lelaki, yang dengan mu saya selalu merasa bingung bagaimana untuk berkata-kata. Saya tak tahu harus bagaimana dan memulai darimana. Saya menyayangi mu, sungguh, dari ketika saya tahu kamu ada di dalam perut seorang wanita yang menjadi cinta pertama saya. Saya menginginkan mu untuk hadir di dunia sebagai teman bermain saya, dulu, hingga mungkin nanti saya menjadi seorang ibu. Saya bahagia kamu ada, dengan begitu saya tahu, saya tak sendiri di dunia.
Kita sama-sama terluka, kita sama-sama merasakan kehilangan. Meskipun waktu itu kamu belum paham, kamu belum mengerti mengapa wanita itu ditimbun dalam tanah, harusnya sekarang kamu sadar bahwa waktu menuntut mu untuk jauh lebih kuat dan dewasa. Kamu lelaki, maka bersikaplah seperti lelaki, bukan lagi anak-anak.
Beratnya kamu menjalani hidup, sulitnya kamu melewati waktu tanpa kehadiran wanita itu, bersabarlah. Doakan aku untuk bisa jauh lebih baik dari ini. Maka ku doakan kamu pula untuk jauh lebih baik dari kamu yang sekarang.
Bila kamu merasa masa remajamu tak indah, maka kamu hanya perlu untuk terus berjuang. Agar dewasa mu penuh dengan kebahagiaan.
-perempuan yang bersedih atas hidup mu sekarang.
Hmmmmm siapa nih~~~
BalasHapusRa, follow blogku ya *kalo minat* :3
blackpearlhoney.blogspot.com