Terimakasih, atas kedatangan mu.
"Aku tak pernah melupakan mu. Berniat untuk melupakan saja aku tak pernah. Berbedanya dunia kita tak pernah mengurangi rasa sayang ku padamu."
Pagi ini tak biasanya. Kemarin adalah hari pertama yang teramat berbeda di dalam hidupku.
Kau, datang.
Mungkin sudah terlalu banyak rindu yang tak terungkap, sudah terlalu banyak salah yang belum ku utarakan. Sampai tak ada hati, kau berkata seperti itu. Tak ada tatapan mata yang kita jalani, sebab hati ku tidak terlalu tangguh untuk melihat kau meneteskan air mata.
Kau bilang kau merindukan ku, begitu pun aku.
Kau bilang kau menyanyangi ku, aku lebih menyanyangi mu.
Kau bilang aku melupakan mu, berniat saja aku tak pernah.
Kau menangis, menjatuhkan air mata mu di dalam raga yang berbeda, aku tak tega.
Jatuh pula air mata ku dan tak ada kata yang terucap. Hanya anggukan kepala yang mengisyaratkan aku mengiyakan semua kata mu.
Maaf, mungkin aku terlalu sibuk.
Terlalu asyik dengan kota rantau ku, hinggga jarang kembali untuk pulang.
Sudah lama tak bertamu ke rumah mu, hingga aku sendiri pun tak tahu kapan aku terakhir kali kesana.
Bukan, bukan karena aku melupakan mu. Tapi keadaan yang tak mendukung.
Awalnya aku tak percaya, kalau itu kau. Sebab kau berada di dalam raga yang bukan milikmu.
Lalu kau berucap, ku dengarkan dengan baik tiap kata yang keluar dari mulutmu.
Hingga aku yakin, itu suaramu. Benar-benar suaramu. Aku rindu suara itu.
Tubuh ini seketika dingin, jatung lebih cepat degupnya dan aliran darah terasa derasnya.
Aku takut, tapi rindu. Ingin rasanya ku peluk kau yang sedang berada dalam raga yang lain, tapi tak berani.
Aku takut air mata ku semakin tumpah dan sulit kembali mengikhlaskan mu pergi.
Hati ku pun terlalu rapuh untuk melihat mu menangis. Maafkan aku.
********
Mah, aku tau mama gak pernah jauh dari aku. Mama selalu ada di rumah itu. Sebab bila aku datang, aku merasakan kehadiran mama. Mungkin mama udah gak sanggup nyimpan segala rindu sendirian, mama mau komunikasi sama aku, tapi percayalah datang ke mimpi ku lebih baik. Kita bisa punya banyak waktu di mimpiku, datanglah kapan pun kau mau.
Kalau mama bilang mama sayang aku, mama udah tau apa jawaban yang akan aku berikan.
Kalau mama bilang mama kangen sama aku, mama juga tau apa jawabannya.
Nama mama selalu ada di doa ku.
Wajah mama selalu ada di cermin ku, bukankah kita teramat sama?
Dan kenangan kita, tersusun rapih diingatan ku, yang kapan pun aku mau bisa aku putar kembali.
Komentar
Posting Komentar