Selamat Datang, Kamu!
"Aku pernah jatuh, bukan hanya sekali, mungkin ribuan kali. Jatuh ke seseorang yang mungkin belum tepat, karena ternyata aku jatuh sendiri, tidak dengannya. Tapi kini, aku jatuh kembali. Kini aku jatuh tidak sendiri, bersamanya, aku jatuh cinta."
Waktu ku berubah. Tetap berputar seperti sediakala. Tetap berjalan 24 jam setiap harinya. Lalu apanya yang berubah? Jalan cerita di dalam waktunya. Biasanya hanya aku yang membuat cerita dalam setiap waktu ku, tapi kini ada kamu, yang dimana bersamamu banyak cerita yang bisa ku buat dalam waktu ku.
Hari ku berubah. Tetap senin hingga minggu. Tetap 7 hari dalam seminggu. Lalu apanya yang berubah? Warnanya. Warna dalam hari ku yang berubah. Aku percaya dan aku yakin pelangi hanya memiliki 7 warna, sebab dengan mata ini aku pernah melihatnya. Aku percaya dan aku yakin hari ku akan terus berwarna, sebab ada kamu di dalamnya yang mewarnainya dengan segala senyum dan tawamu.
Seakan aku tak percaya bahwa sesekali kaki ini meninggalkan tanah, tubuh ini melayang, aku terbang, merentangkan tangan ku di langit sana, menari bersama burung-burung yang terbang bebas di angkasa, seakan-akan aku tak memiliki gravitasi di bumi. Mungkinkah itu terjadi? Tak mungkin. Tapi bagaimana bila aku jatuh hati padamu, mungkin kah itu terjadi? Ya mungkin. Sebab tanpa jatuh hati ku padamu, tak akan pernah ada tulisan ini.
Aku tak mengerti, mengapa semesta sedemikian sempurna. Aku pernah berbisik kepada angin, untuk menyampaikan rinduku. Rindu yang tak pernah bertuan, yang tak pernah ku tahu untuk siapa itu, tapi kini aku tahu, rindu ini untuk kamu. Kamu yang tak pernah secara lama ku tatap matanya, sebab aku takut, semakin ku tatap, akan semakin jatuh. Jatuh pada dalamnya dirimu yang telah mengizinkan ku untuk menjadi penghuni di hati. Ya di hati, hati mu.
"Aku pernah salah. Berulangkali melakukan salah yang sama. Mungkin aku pernah berulangkali bersama dengan seseorang yang salah, sampai akhirnya aku bersamamu. Yang mungkin kini tak kan salah, sebab ku yakin, salah ku telah habis di masa lalu."
Dari awal perkenalan, yang tak sedikitpun ada salah. Tak langsung bertatap muka, tak langsung saling mendengar suara, sebab kita diperkenalkan oleh dunia yang maya. Dunia itu tak salah, malah harusnya kita banyak hanturkan terimakasih untuknya. Sebab lewat dunia yang maya itu, aku bisa menimbun rasa penasaran akan sosok seperti apa seseorang yang berhasil menjatuhkan aku. Menjatuhkan cintaku.
Lalu ada waktu, dimana akhirnya aku tahu warna bola matamu, dimana akhirnya aku tahu harum tubuhmu, dimana akhirnya aku dengar suara tawamu, dan dimana akhirnya aku semakin tahu, mungkin aku semakin jatuh. Tapi aku belum yakin, karena aku tak percaya akan sesuatu yang singkat. Cinta itu butuh waktu, bukan terburu-buru.
Ku biarkan semuanya mengalir. Bagaikan air yang mengalir dari sungai dan tahu akan berakhir ke lautan, ku biarkan rasa itu seperti air. Tak berjalan mulus aliran air itu, sesekali harus terhempas angin yang kemudian menjadi ombak, sesekali sama sekali tak bisa mengalir sebab ada banyak hal yang menghalangi, sampai akhirnya air itu sampai ke tujuan. Sama seperti segala rasa yang ku punya untukmu, sampai ke tujuan dengan waktu yang tepat dan dengan balasan seperti yang ku inginkan.
Selamat datang, Kamu!
-Seseorang yang ada dalam pagi ku meski hanya berupa kata-kata dalam tulisan
-Seseorang yang senantiasa mendengarkan segala ceritaku
-Seseorang yang tersenyum saat memandang wajahku
-Seseorang yang ku senangi harum tubuhnya
-Seseorang yang selalu merapikan rambutku, ketika segalanya nampak berantakan
-Seseorang yang memeluk ku untuk menenangkan
-Seseorang yang bermanja dengan ku, dengan mengecup pipiku
-Seseorang yang meyakinkan ku bahwa ia akan selalu ada
-Seseorang yang sabar menghadapi segala ketidak dewasaanku
-Seseorang yang selalu tertidur saat sedang asyik mengobrol lewat kata-kata dengan ku
-Seseorang yang selalu mengingatkan ku untuk hal-hal kecil
-Seseorang yang menggenggam tangan ku
-Seseorang yang tak habis tawanya untuk segala tingkah lucu ku
-Seseorang yang selalu berkata "aku sayang kamu" dengan suara merdunya
-Seseorang yang selalu merindukanku, dan tak kan pernah usai rindunya
-Seseorang yang tak banyak ku tahu tentang dirinya, tapi aku cinta
-Seseorang yang mungkin tak kan pernah cukup untuk ku gambarkan hanya dalam kata-kata.
Aku tak mau banyak berkata tentang mu, aku tak ingin banyak orang tahu betapa beruntungnya aku memiliki kamu. Biarkan mereka sekedar tahu, bahwa kini kamu milikku.
Selamat datang, Kamu....dalam hidupku.
Untuk mu yang membaca,
Aku hanya ingin berkata,
Seperti apa yang selalu ku bisikan di telinga.
(kamu, tau itu :p)
Komentar
Posting Komentar