Aku takut membuat mu jatuh cinta
Hai kamu nya aku!
Jadi gini, aku pernah jatuh cinta, bukan hanya sekali, bukan juga berkali-kali. Tapi sesekali. Sesekali aku jatuh pada seseorang yang sekiranya bisa membuat aku nyaman berada di belakangnya, di sampingnya, atau pun di depan matanya. Menatap matanya? Tidak. Aku tak berani. Terlalu lemah dan bahkan tak berdaya bila bertatapan dengan matanya, sebab cinta bisa dimulai dari sana.
Kamu pernah jatuh cinta? Rasanya? Bahagia? Ah, sudah sering dengar yang seperti itu dari mereka di luar sana. Memang bahagia, tapi tak semuanya. Ada bagian tertentu dari jatuh cinta yang juga buat merana. Bagian mana? Rindu. Rindu terhalang waktu yang tak bisa bertemu. Lalu? Cemburu? Bisa jadi. Sebab cemburu bila ternyata banyak kaum ku yang dekat juga dengan dirimu. Tapi tenang, bila kamu cintanya padaku? Kamu tak akan kemana-mana.
Sebentar, sebelumnya ada pertanyaan yang harus kamu cari tau dulu jawabannya. Hanya satu sih, kamu yakin dengan ku? Aku tak serta-merta selalu baik seperti apa yang selalu nampak nyata di mata mu. Aku sempurna memang, tapi kesempurnaan ku bukan selalu untuk kamu puja. Maha Sempurna Tuhan ku atas segala kesempurnaan-Nya menciptakan ku. Jadi tau kan mana yang sempurna? Jadi tau kan siapa yang harus selalu kamu puja? Bukan aku :). Aku tak perlu pujaan dari mu, kamu hanya perlu memuja Tuhan mu, dengan cara mu, yang bisa buat ku yakin, kau terbaik untukku :).
Aku takut. Bukan, bukan takut cinta ku tak kamu balas, atau takut merasakan cinta sendiri lagi. Itu sudah biasa. Aku cuma takut kamu menyesal. Menyesal karena telah mengizinkan ku menempati hatimu. Aku hanya takut itu, ya untuk sekarang hanya itu. Tapi aku akan berusaha, menjaga segala rasa percaya dari mu yang telah mengizinkan ku untuk tinggal di sana, ya di hatimu. Tapi................................... Ah sudahlah terlalu banyak tapi juga tak baik untuk awal yang indah. Biarlah akan ada tapi-tapi yang akan menyusul di belakang, yang terpenting kita susun dulu yang baik-baik di awal.
Jadi, sudah bolehkan aku jatuh cinta?
Atau masih harus nanti? Menunggu sampai pasti.
Komentar
Posting Komentar