Sejauh Mata Memandang, Bayangmu Tetap Bertahan

Aku pernah merasa, bahwa aku pernah ada dihati mu
Aku pernah merasa, bahwa rasaku sama dengan rasamu
Aku pernah merasa, bahwa ragaku tak bisa jauh dengan ragamu
Aku pernah merasa, bahwa segala yang ku rasa ternyata hanya ada dalam mimpi tidurku

Aku pernah melihatmu, tepat didepan mataku
Aku pernah memelukmu, tepat dimana jantung kita berirama secara bersama
Aku pernah menciummu, merasakan lembut bibirmu mendarat di pipiku
Aku pernah menangis, menjatuhkan air mata karena tersadar itu semua hanya tinggal kenangan

Aku pernah ingin hidup lebih dari ribuan tahun, karena kamu selalu ada disisiku
Aku pernah ingin sehari lebih dari 24 jam agar tak ada hari yang bisa pisahkan kita
Aku pernah ingin menikah dengan mu, membangun sebuah atap yang sama tanpa pernah pergi dari dalamnya
Aku pernah merasa sulit bernapas, karena tersadar bahawa itu semua hanya inginku, bukan inginmu

Aku melihat bayangmu, bergandeng tangan dengan bayangku
Aku melihat bayangmu, hitam pekat dibawah matahari yang mulai tenggelam
Aku melihat bayangmu, yang kian memudar pergi jauh bersama jarak
Aku melihat bayangmu, meski tak ada lagi ragamu, bayangmu tetap bertahan
Didalam pikiran dan tiap pejaman mata, yang sulit untuk melupakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tersadar

Penasaran

Untuk Akhir yang Bahagia