Bohong?
Kebohongan adalah kejujuran yang tertunda. Mengapa demikian? Karna sepandai-padainya kamu berbohong, ntah kapan itu pasti kebeneran yang akan terungkap juga.
Kamu mungkin punya sejuta alasan untuk berbohong. Kamu mungkin berbohong karena untuk kebaikan. Kamu mungkin berbohong karena terdesak keadaan atau karena kamu sudah punya sejuta alasan untuk kamu ungkapkan untuk menutupi sebuah kenyataan.
Entah kamu berbohong karena terpaksa atau enggak, ntah kamu berbohong dengan atau tanpa alasan, ntah kamu berbohong demi kebaikan atau keburukan sekalipun, itu hak kamu. Dan percaya atau malah sama sekali gak percaya dengan kebohongan itu, itu adalah hak ku.
Kamu mungkin beralasan "aku terpaksa bohong" atau "aku bohong demi kebaikan" atau alasan lainnya yang mungkin kamu lebih tau dari aku. Apapun itu sebelum kamu berbohong kamu harus tau, bahwa kamu harus siap menghadapi segala konsekuensi yang akan kamu dapat setelah kamu menyembunyikan kenyataan itu.
Aku gak mengatakan kalau aku gak pernah bohong, if only you know that i'm big liar! Tapi aku sudah prepare, mempersiapkan diriku untuk menerima segala resiko dari apa yang telah ku sembunyikan.
Aku suka berbohong tapi aku gak suka dibohongin! Egois? Ya memang, karena itulah salah satu sifat manusia. Gak usah sok meng-klaim diri sendiri dengan mengatakan "aku gak egois kok", kalo kamu meng-klaim diri kamu gak egois dari situ aja kamu udah bohongin dirimu sendiri.
Dibohongin itu rasanya sakit, dan ngebohong itu rasanya gak tenang. Terus baiknya? Kadang kenyataan memang pahit, lebih pahit dari kopi yang udah basi. Tapi sepahit-pahitnya kenyataan, bakal ada manis setelah kamu berhasil untuk gak nyembunyiin kenyataan apapun.
Berusahalah untuk gak berbohong. Dimulai dari membiasakan diri untuk jujur terhadap diri sendiri. Itupun yang kini sedang ku lakukan.
Karena semuanya sudah dalam satu paket,
Sedih dan senang
Kebohongan dan kejujuran.
Kamu mungkin punya sejuta alasan untuk berbohong. Kamu mungkin berbohong karena untuk kebaikan. Kamu mungkin berbohong karena terdesak keadaan atau karena kamu sudah punya sejuta alasan untuk kamu ungkapkan untuk menutupi sebuah kenyataan.
Entah kamu berbohong karena terpaksa atau enggak, ntah kamu berbohong dengan atau tanpa alasan, ntah kamu berbohong demi kebaikan atau keburukan sekalipun, itu hak kamu. Dan percaya atau malah sama sekali gak percaya dengan kebohongan itu, itu adalah hak ku.
Kamu mungkin beralasan "aku terpaksa bohong" atau "aku bohong demi kebaikan" atau alasan lainnya yang mungkin kamu lebih tau dari aku. Apapun itu sebelum kamu berbohong kamu harus tau, bahwa kamu harus siap menghadapi segala konsekuensi yang akan kamu dapat setelah kamu menyembunyikan kenyataan itu.
Aku gak mengatakan kalau aku gak pernah bohong, if only you know that i'm big liar! Tapi aku sudah prepare, mempersiapkan diriku untuk menerima segala resiko dari apa yang telah ku sembunyikan.
Aku suka berbohong tapi aku gak suka dibohongin! Egois? Ya memang, karena itulah salah satu sifat manusia. Gak usah sok meng-klaim diri sendiri dengan mengatakan "aku gak egois kok", kalo kamu meng-klaim diri kamu gak egois dari situ aja kamu udah bohongin dirimu sendiri.
Dibohongin itu rasanya sakit, dan ngebohong itu rasanya gak tenang. Terus baiknya? Kadang kenyataan memang pahit, lebih pahit dari kopi yang udah basi. Tapi sepahit-pahitnya kenyataan, bakal ada manis setelah kamu berhasil untuk gak nyembunyiin kenyataan apapun.
Berusahalah untuk gak berbohong. Dimulai dari membiasakan diri untuk jujur terhadap diri sendiri. Itupun yang kini sedang ku lakukan.
Karena semuanya sudah dalam satu paket,
Sedih dan senang
Kebohongan dan kejujuran.
Komentar
Posting Komentar